Dapat Beasiswa Unggulan kok malah susah. Itulah yang ada dibenak saya saat ini. Mengapa kok susah? padahal kan seharusnya seneng, dapat beasiswa, unggulan lagi.” wow hebatnya!” Mungkin itu yang ada dibenak kalian. Sebenarnya saya dapat beasiswa unggulan ini pun karena kebetulan, karena memang seluruh mahasiswa pendidikan bahasa inggris yang masuk melalui jalur SPMB tahun 2007/2008 mendapat beasiswa unggulan ini. Tapi menurut saya beasiswa unggulan ini tergolong beasiswa yang menyulitkan. Mahasiswa yang mendapatkan ini (termasuk saya) dituntut dan diharuskan memiliki prestasi, dalam artian dalam waktu dekat harus mempunyai bukti sebuah “sertifikat kejuaraan”.
Apa apaan ini? apakah ingin membunuh mahasiswa secara pelan pelan? Memang sih para penerima beasiswa tidak harus menunjukan unggulnya dalam bidang akademis, non akademis pun bisa (sesuai minat masing-masing). Pada waktu saya ditanya oleh “para tetua” saya jawab web design pak (padahal mau bilang ngeblog, tapi apa ada ya kejuaraan ngeblog yang bersertifikat). Akhirnya dengan sangat terpaksa saya mulai mencari cari lomba-lomba yang dapat membuktika kalo saya ini unggul. Teman - teman doain saya ya agar bisa menjadi juara salah satu lomba atau kejuaraan tersebut ya. Sebenarnya hal ini bukan yang saya pikirkan sekarang, sebenarnya yang saya pikirkan sekarang adalah bahwa besok, senin tanggal 26 Mei 2008, seluruh penerima beasiswa unggulan diharuskan menunjukan prestasi yang pernah diraihnya pada waktu SMA. Bagaimana mungkin saya bisa mengumpulkan? Saya gak punya prestasi sama sekali pada waktu SMA, walaupun harus menunggu satu tahun saya gak akan punya prestasi waktu SMA. Kondisi saya saat ini sedang bingung gara gara beasiswa unggulan yang membuat saya kelabakan. Ya Allah berilah hambamu ini yang terbaik. Jikalau memang saya harus mengembalikan dana yang telah saya terima( karena memang sudah perjanjian kalo gagal ditengah jalan maka harus mengembalikan 2 x lipat dari dana yang telah diterima) saya terima jika itu memang yang terbaik bagi saya. Beasiswa unggulan janganlah kau tekan aku untuk kebebasanku